TIPS DAN TRIK JITU!!! PASTI LULUS UJI KOMPETENSI


Oleh: Hendi Rohaendi S.Kep., Ns., M.Kep.

 

Terdapat beberapa tips dan triks pada uji kompetensi yang mengacu pada bagaimana

proses uji kompetensi itu dilakukan, diantaranya sebagai berikut:

 

  1. Berdoalah

Berdoa merupakan senjata orang yang beriman, berdoa menunjukan bahwa kita merupakan manusia yang lemah, dan doa dapat merubah takdir. Semoga apa yang kita usahakan mendapatkan kemudahan dari Allah SWT. Hanya orang yang sombong tang tidak mau berdoa. Kesombongan akan membawa manusia jatuh kepada kehinaan.

 

  1. Cek kemampuan diri.

Lihat hasil yang sudah ada misalnya hasil try out sebelumnya yang dilakukan oleh kampus maupun oleh penyelenggara try out nasional. Dalam melihat kemampuan diri ini terutama dalam memahami lembaran hasil try out yang biasanya dibagikan, lihatlah:

  1. Berapa nilai anda

Nilai anda dapat memberikan gambaran kemungkinan anda lulus atau tidak. Dengan nilai batas lulus 48,3 sekarang ini maka lakukan kegiatan sebagai berikut:

  • Apakah nilai anda diatas nilai 48,3? berapa selisihnya?
  • Apakah nilai anda dibawah nilai 48,3? Berapa selisihnya?
  • Nilai anda tambahkan dan kurangi oleh standar deviasi dari hasil try out terakhir, itulah nilai maksimal dan minimal yang ada dapatkan pada saat ini. Contoh.

Jika nilai anda 40 pada saat try out,

Maka nilai maksimal yang sebenarnya dapat anda capai pada saat ini adalah 40 + standar deviasi, tarohlah standar deviasi itu 8, sehingga nilai maksimal anda 48.

Sedangkan nilai minimal anda saat ini adalah 40 – 8 = 32.

Dengan kata lain jika nilai anda 40 saat ini, anda belum memiliki kesempatan untul kompeten, karena batas tertinggi nilai anda belum mencapai nilai 48,3. Belajar dengan baik, setelah belajar ikut kembali try out, jangan langsung ke uji kompetensi, karena nilai anda tidak memenuhi syarat untuk kompeten.

2. Berapa soal yang dapat anda jawab dari 180 soal yang diberikan.

Dalam setiap try out anda akan mendapatkan laporan, biasanya laporan itu muncul setelah 2 minggu. Jika lembaran itu sudah ada dapatkan cek, dari soal 180 berapa soal yang anda mampu dijawab dengan benar. Jika anda melihat 100/180 artinya anda mampu menjawab 100 soal dari 180 soal yang diberikan.

3. Mata kuliah mana yang memiliki prosentase tinggi

Dilembaran laporan pun anda akan mendapatkan mata kuliah mana yang paling mendominasi dalam memberikan nilai tertinggi. Lihat 3 – 4 mata kuliah yang paling mendominasi atau lihat yang memiliki perbandingan antara jawaban benar anda dan soal yang diberikan yang paling tinggi. Ini dapat dipergunakan untuk mendulang nilai pada saat uji kompetensi nanti. Cek mana mata kuliah yang memiliki prosentase soal yang mampu dijawab dengan benar dan soal yang diberikan:

  • Nilai diatas 50%

mata kuliah ini merupakan mata kuliah yang sangat anda kuasai, pastikan prosentasenya naikan terutama yang memiliki soal yang banyak seperti KMB, anak, maternitas, jiwa dan komunitas, keluarga dan gerontik (KKG). Jika mata kuliah KMB lebih baik nilainya dari mata kuliah yang lain, pastikan anda pertahankan dan belajar terus karena KMB merupakan mata kuliah terbanyak memberikan soal dan mata kuliah favorite anda.

Mengapa anda harus belajar mata kuliah yang menjadi favorite? Belajar pad mata kuliah favorite tidak membutuhkan usaha yang berat, karena pada dasarnya anda sangat menyukai mata kuliah tersebut. Mata kuliah favorite ini diharapkan dapat memberikan sumbangan nilai yang tinggi atau banyak. Sebaliknya jika anda belajar mata kuliah yang kurang anda senangi, anda akan mendapatkan stress pada saat belajar.

  • Nilai 40 – 50%

Jika nilai mata kuliah mendapatkan prosentase jawaban betul dan soal yang diberkan 40 – 50%, maka lakukanlah hal berikut ini:

  1. yakinkan pada diri anda bahwa anda sebenarnya menguasai mata kuliah ini, dan anda pun menyenangi mata kuliah ini.
  2. yakinkan bahwa anda mampu menaikan prosentase 20% dengan belajar serius dan menggunakan metode yang baik.
  3. nilai mata kuliah ini dapat memberikan nilai yang sangat menentukan untuk kelulusan anda.
  4. belajarlah 3 kali lebih sering, lebih giat dan focus pada mata kuliah ini.
  • Nilai kurang dari 40%

Jika anda mendapatkan nilai kurang dari 40% dari mata kuliah maka anda harus melakukan hal berikut:

  1. yakinkan bahwa anda secara prinsip memahami mata kuliah
  2. anda masih mampu menaikan prosentasi selama anda mau bekerja dan berlajar dengan giat
  3. usahakan senangi dan sukai mata kuliah yang di ujikan
  4. focus belajar pada mata kuliah yang nilainya besar dan memiliki soal yang banyak
  5. Gunakan metode yang baik untuk mencatat

 

4. Dari penilaian aspek kognitif, pengetahuan procedural dan afektif mana nilai yang paling tinggi.

Kognitif adalah materi ujian yang menekankan kepada pengetahuan secara umum mengenai sebuah pertanyaan. Misalnya pengetahuan mengenai bagaimana membuat prioritas berdasarkan data yang ada, apa yang akan dilakukan, bagaimana sebuah pengkajian di lakukan, bagaimana membuat rencana tindakan, bagaimana membuat evaluasi dari tindakan yang dilakukan.

Pengetahuan procedural adalah materi ujian yang untuk mengetahui bagaimana sebuah tindakan dilakukan. Pertanyaan ini bisa merupakan potongan tindakan dan anda dipersilahkan untuk mencari potongan tersebut atau melanjutkan dari potongan tersebut.

Afektif adalah materi ujian yang ditanyakan untuk menilai seberapa besar kemampuan softskill mahasiswa. Misalnya bagaimana cara berempati kepada pasien yang kehilangan kakinya akibat amputasi, atau bagaimana respon anda kepada pasien yang didiagnosa penyakit HIV AIDS.

 

5. Sistem penyumbang soal tertinggi dalam ukom.

  • Pernapasan
  • Jantung, pembuluh darah dan system limpatik
  • Pencernaan dan hepatobilier
  • Syaraf dan prilaku
  • Reproduksi
  • Ginjal dan saluran kemih

 

6. Kebutuhan dasar manusia penyumbang soal paling tinggi

  • Oksigenasi
  • Cairan dan elektrolit
  • Nutrisi
  • Aman dan nyaman
  • Psikososial

 

7. Proses keperawatan menyumbang soal hampir merata di semua tahapan

  • Pengkajian
  • Penentuan diagnose
  • Perencanaan
  • Implementasi
  • Evaluasi

 

8. Tindakan kuratif menempati urutan penyumbang soal tertinggi

 

 

  1. Cari mata kuliah favorite

Jadikan mata kuliah favorite sebagai mata kuliah untuk mendulang nilai terbanyak. Tentukan dari sekarang!

 

  1. Cek 10 penyakit atau kasus terbesar di Indonesia

Anda harus menguasai minimal 10 penyakit yang ada di seluruh Indonesia.

Sebagai contoh:

 

  1. Hipertensi

Soal yang keluar dalam hipertensi adalah bagaimana penanganan hipertensi, bagaimana pengobatan hipetensi, bagaimana gaya hidup dapat menurunkan hipertensi.

2. Luka bakar

Soal yang biasa keluar di luka bakar adalah

  • Penghitungan luas luka bakar dengan rumus Sembilan (rule of nine)
  • Cara pemberian cairan
  • Tindakan keperawatan berdasarkan derajat luka bakar

3. Diare

Soal yang sering muncul terkait dengan:

  • Pengkajian diare atau kekurangan cairan
  • Pemberian cairan
  • Tanda-tanda kecukupan cairan
  • Cara menghitung cairan infus

4.Stroke

Soal yang muncul terkait dengan stroke adalah:

  • Bagaimana pengkajian GCS
  • Bagaimana menjaga tekanan intra kranial supaya tidak meningkat
  • Prioritas masalah pada gangguan perfusi serebral

5. Diabetes mellitus

Soal yang muncul sekitar:

  • Bagaimana pengkajian luka gangrene
  • Bagaimana penanganan luka gangrene
  • Bagaimana pendidikan kesehatan yang diberikan
  • Bagaimana pasien dapat mengatur pola hidupnya

6.Tuberculosa

Soal yang sering muncul

  • Bagaimana pasien supaya tidak putus obat
  • Bagaimana regimen pengobatan pasien dengan TBC
  • Prioritas masalah kepada keteraturan pengobatan, penyebaran infeksi, bersihan jalan napas

7. Sindrom koronaria akut

Soal yang sering muncul

  • Pengkajian nyeri
  • Penanganan nyeri pada panyakit jantung
  • Perubahan gaya hidup
  • Pemeriksaan EKG
  • Daerah infark di EKG
  • Pendidikan kesehatan untuk pasien jantung untuk menanggulangi jika ada serangan jantung.
  • Tindakan jika ada serangan jantung, untuk henti jantung DRCAB
  • Tindakan untuk serangan nyeri OMANCo

8. Asthma

Soal yang sering muncul terkait dengan asthma adalah:

  • Pengkajian
  • Tindakan khusus pasien asthma
  • Pemberian obat-obatan
  • Pendidikan kesehatan

9. DHF

Soal yang sering muncul pada kasus DHF yaitu:

  • Tindakan dalam pencegahan penyebaran nyamuk
  • Tindakan untuk mencegah terjadinya syok
  • Masalah prioritas berdasarkan tanda yang timbul

10. Gastritis

Soal yang sering muncul pada kasus gastritis yaitu:

  • Pengkajian
  • Pendidikan kesehatan
  • Tindakan mengatasi gejala

 

Selain itu anda pun harus menguasai

  1. Penanganan trauma
  1. Triase
  1. Bantuan hidup dasar
  1. Pemeriksaan kehamilan
  1. Pertolongan persalinan

 

 

  1. Cek 10 tindakan yang sering dilakukan oleh perawat

Bebrapa tindakan yang biasa dilakukan oleh perawat diruangan adalah:

  1. Pemasangan infus
  1. Pemasangan kateter
  1. Pemberian oksigen
  1. Pemasangan NGT
  1. Perawatan luka
  1. Perawatan postural drainage
  1. Perawatan water seal drainage
  1. Huknah
  1. Pemeriksaan fisik
  1. Pemberian obat dan persiapan specimen laboratorium

 

 

  1. Cek tindakan yang paling sering dari setiap mata kuliah

Ini sangat penting mengingat ada beberapa tindakan yang sering dilakukan dari

mata kuliah yang satu dengan mata kuliah yang lain.

KMB                    = 10 tindakan diatas

Anak                   = 10 tindakan diatas, nebulizer, perawatan atraumatic, imunisasi

Maternitas      = pemeriksaan kehamilan, hitung taksiran persalinan, APGAR,

proses persalian, pemeriksaan paska persalinan (nifas).

Jiwa                    = terapi aktivitas, komunikasi terapeutik

Gadar                 = pemberian cairan pasien syok, basic life support, bidai, sperain

dan strain, logroll.

 

  1. Cek cara menghitung tetesan infus dan pemberian cairan

Cara menghitung tetesan infus yang cepat adalah

(Jumlah cairan/500) x 7 x (24/lama pemberian)

Catatan: asumsi 1 ml = 20 tetes

Contoh: Seorang perawat akan memberikan cairan infus sebanyak 2000 ml dalam waktu 24 jam, berapa tetesan infus permenitnya.

Masukan ke rumus.

  • (2000/500) x 7 x (24/24)
  • (4) x 7 x (1)
  • 28 tetes per menit

 

  1. Focus belajar pada mata kuliah yang paling banyak mengeluarkan soal

Yang harus anda lakukan dalam uji kompetensi adalah mendapatkan nilai yang sebanyak banyaknya sehingga mendapatkan kualifikasi kompeten. Untuk menjadi kompeten anda harus mendapatkan nilai 48,3 minimal atau setara dengan 86,4 menjawab dengan benar atau 87 (dibulatkan). Dari mana saja anda dapatkan nilai sebanyak itu? Tentunya dari semua mata kuliah. Akan tetapi kemampuan seseorang berbeda dengan yang lainya, sehingga kebanyakan tidak menguasai dengan baik materi di semua mata kuliah sama baiknya. Nilai seseorang kadang ada yang baik di mata kuliah A, akan tetapi nilai pada mata kuliah B, kurang baik.

Untuk itu perlu strategi dalam belajar, diataranya:

  1. Focus belajar kepada mata kuliah yang memiliki soal banyak
  1. Focus belajar pada mata kuliah favorite

 

  1. Focus belajar pada sistem pernapasan, kardiovaskuler, persyarapan, dan pencernaan

Soal pada sistem pernapasan, kardiovaskuler, persyarapan, dan pencernaan adalah terbanyak di banding system yang lain. Akan tetapi bukan berarti anda harus melupakan system yang lain tapi focus lah dalam belajar ke system itu dengan cara belajar lebih banyak. Jika system pernapasan, kardiovaskuler, persyarapan, dan pencernaan belajar 2 jam, maka system yang lain cukup 1 jam saja.

 

  1. Pelajari ulang bagaimana proses kehamilan

Dalam mata kuliah maternitas, pertanyaan pertanyaan tentang proses kehamilan sering keluar, yang normal maupun yang tidak normal. Pelajari masalah yang mungkin terjadi selama proses kehamilan, misalnya abortus, hipertensi dalam kehamilan, dan penyulit yang lainnya selain kehamilan normal.

 

  1. Pelajari ulang bagaimana proses atau tahapan melahirkan

Dalam pertanyaan procedural, proses melahirkan sering keluar, misalnya jika pasien sudah mengalami pembukaan lengkap apa yang harus dilakukan?

 

  1. Cek kembali nilai APGAR

 

  1. Fahami prinsip etika minimal faham: beneficience, non maleficience, fidelity, veracity, autonomy

 

  1. Fahami luas luka bakar dan pemberian cairan

Luas luka bakar pahami, dengan rumus Sembilan

Pemberian cairan pahami rumusnya. = Luas luka bakar x 4 x Berat Badan

diberikan ½ nya 8 jam pertama, sisanya 16 jam kemudia.

Contoh: jika pasien kebakar jam 13.00, dibawa ke rumah sakit jam 15,00, maka yang setengahnya harus habis selama 8 – 2 jam = 6 jam

Karena ada waktu antara di rumah sampai dengan di RS selama 2 jam.

 

  1. Ingat cara membuat prioritas

Terdapat 3 cara dalam membuat prioritas

  1. Mengacu kepada Kebutuhan Dasar Manusia
  1. Mengacu kepada prinsip Gawat Darurat
  1. Mengacu kepada jumlah data yang mendukung

 

  1. Gunakan strategi dalam belajar

Belajar perlu strategi, strategi ini berbeda antara satu dengan yang lain, jangan ikut ikutan dengan orang lain sebelum anda memahami teorinya.

 

  1. Gunakan cara mencatat yang efektif

Banyak cara dalam membuat catatan diantaranya dengan menggunakan mind mapping. Hasil penelitian menunjukan mind mapping dapat meningkatkan pemahaman sampai dengan 30% pada mahasiswa kedokteran.

 

  1. Gunakan jurus 1:10

Maksudnya adalah jika anda mendapatkan sebuah soal, janganlah puas dengan menjawab pertanyaan yang ada dalam soal tersebut. Akan tetapi buatlah pertanyaan pertanyaan yang lain minimal 10 pertanyaan yang memiputi pertanyaan mengenai:

  1. Pengkajian yang khas dari kasus tersebut
  2. Kemungkinan prioritas masalah utama
  3. Kemungkinan diagnose keperawatan
  4. Kemungkinan intervensi keperawatan
  5. Kemungkinan implementasi keperawatan
  6. Kemungkinan evaluasi keperawatan
  7. Tindakan kolaborasi
  8. Prosedur tindakan yang khas dari kasus tersebut, pahami SOP tindakan yang selalu dilakukan oleh perawat di rumah sakit.
  9. Kemungkinan etika yang muncul, jika pasien dan keluarga menolak tindakan, perawat memberikan tindakan yang terbaik, perawat tidak memberikan tindakan yang merugikan, perawat menepati janji, perawat jujur dalam merawat pasien.
  10. Program pendidikan kesehatan pada kasus tersebut

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *